12 Modus KKN di Pemerintahan Versi Kang Emil







JawaPos.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mencatat ada 12 modus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam pemerintahan. Maka harus dibuat sebuah buku panduan terkait modus-modus terjadinya KKN di Indonesia.







Kang Emil sapaan Ridwan Kamil menyebutkan 12 modus tersebut diantaranya suap peizinan, potongan atau berupa hibah atau bansos, setoran paksa bawahan, kutipan paksa bawahan, proyek fiktif, jual beli akses layanan, kutipan paksa pada proyek, kutipan kepada warga, fee proyek, down spec proyek, mark up proyek, dan jual beli jabatan.






“Dalam teori saya tadi malam tertangkap jual beli jabatan kepala dinas bisa dikutip ratusan juta. Kedua yang Bekasi itu suap perizinan. Perizinan kecil maupun besar ketiga potongan hibah atau bansos,” kata Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Kamis (25/10).






Pasalnya sebagai pemimpin Jabar, Kang Emil harus siap memberantas KKN di lingkungan Jawa Barat. Namun dengan cara yang berbeda yakni lebih ke dalam gaya teknologi atau modern.






“Ini baru versi yang saya ketahui modus-modus di Indonesia. Mudah-mudahan saya sebagai Gubernur baru berkomitmen memberantas KKN. Tapi saya mau lebih canggih, lebih kuat, lebih hebat, dan lebih teknologis,” ujarnya.






Sehingga harapan Kang Emil dalam lima tahun memimpin Jabar, sebanyak 12 modus tersebut bisa diberantas secara tuntas. Namun tetap Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bersinergi dengan tim Saber Pungli dalam memberantas KKN.







“Setelah itulah saya butuh masukan dari tim Saber Pungli dari beberapa modus tersebut. Maka Kang Emil meminta tim Saber Pungli dan Pemprov Jabar bisa menjalin hubungan dengan baik dan bisa komprehensif,” ujarnyaz







Selain itu, lewat akun Instagramnya @ridwankamil mengunggah gambaran 12 modus KKN tersebut. Dengan keterangan foto yang tidak berbeda dengan yang sudah dijelaskan pada forum diskusi Saber Pungli.






“Rapat kerja tim Saber Pungli, mohon doanya agar 5 tahun ke depan Propinsi Jawa Barat benarbenar bisa bersih dari 12 modus KKN ini. Dalam seminggu terakhir ini 2 kepala daerah terkena OTT KPK. Sangat prihatin. Jabar baru yang Juara, bersih dan berintegritas harus dimulai. Tidak mudah tapi tidak boleh menyerah. Jika punya kemauan kuat dan cara yang baik, Insya Allah memberantas 12 modus. ini pasti bisa,” tulisnya.






(ona/JPC)