11 Bulan, 30 Mayat Ditemukan

KEPANJEN – Kabar adanya penemuan mayat kembali mencuat Kamis lalu (15/11). Kali ini, kabar tersebut datang dari Dusun Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Sesosok mayat laki-laki ditemukan warga dalam kondisi yang cukup mengenaskan. Sudah membusuk di sekujur tubuhnya. ”Kemungkinan mayat sudah meninggal sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan saksi,” terang Kapolsek Sumbermanjing Wetan AKP Agus Murdiantoro.
Tidak ditemukan identitas apa pun dari korban. Data yang dihimpun polisi hanya berkisar pada ciri-ciri korban. Seperti memiliki tinggi sekitar 165 sentimeter, berkulit sawo matang, dan diperkirakan berusia 40 tahunan. ”Analisis kami, jenazah tersebut merupakan seorang gelandangan. Sebab, beberapa warga sekitar sering melihat korban mondar-mandir di sekitar lokasi penemuan mayat tanpa mengenakan busana,” tambah Agus.
Kabar adanya penemuan mayat tersebut adalah yang kesekian kalinya mencuat di Kabupaten Malang. Dari rekapitulasi PMI Kabupaten Malang, mulai Januari hingga pertengahan November ini, setidaknya ada 30 kasus penemuan mayat. ”Sejumlah 26 (mayat) di antaranya adalah laki-laki, empat sisanya perempuan,” terang Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Mudji Utomo.
Dari data yang dihimpun mereka, ada mayat yang ditemukan dalam kondisi gantung diri. Ada pula yang ditemukan tergeletak di tengah ladang. ”Macam-macam kasusnya, ada yang ditemukan di aliran sungai juga,” imbuh Tomo, sapaan akrabnya. Jumlah kasus penemuan mayat di tahun ini juga tercatat lebih banyak dibandingkan tahun 2017 lalu. Karena tahun lalu, PMI Kabupaten Malang hanya merekap 14 kasus serupa. ”Jika ditotal dalam dua tahun ini, ada 44 penemuan mayat yang sudah kami tangani,” sambung Tomo.
Penemuan tersebut cenderung menyebar di sejumlah kecamatan. Meski begitu, dia menyebut bila Kecamatan Sumbermanjing Wetan menjadi wilayah yang paling banyak mendapati kasus tersebut. Di tahun ini, sudah ada 5 kasus yang mencuat dari sana. Meski mayoritas penemuan mayat tersebut tidak bermotif kejahatan, jajaran Polres Malang tetap berkomitmen untuk mendalami setiap kasus.
”Tetap kami lakukan penanganan hukum, seperti penyidikan dan identifikasi korban. Namun, khusus untuk kasus bunuh diri kan tergantung persetujuan dari keluarga,” terang Kasat Reskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda. Proses identifikasi menjadi salah satu bagian penting dalam pendalaman kasus. Karena dari tahapan itu, polisi bisa menemukan indikasi adanya kekerasan dan dugaan lainnya. Bila memang ditemukan indikasi kekerasan, pendalaman lebih lanjut bakal dilakukan mereka.

Pewarta: Miftahul Huda
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Bayu Mulya