100 Personel Amankan Sidang Video Conference MK

MALANG KOTA – Sidang pendahuluan sengketa pilpres yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK) via video conference di Universitas Brawijaya dijaga ketat petugas. Tak kurang dari 100 personel gabungan TNI/Polri yang diterjunkan untuk mengamankan sidang yang digelar secara maraton hingga 24 Juni mendatang.

Hal itu ditegaskan Kapolres Kota Malang AKBP Asfuri di sela-sela kunjungannya ke UB kemarin. Dia menyatakan, pihaknya bahkan siap menambah personel jika ada saksi yang dihadirkan dari Malang Raya.

”Setelah berkoordinasi, kami siap menjaga kawasan UB termasuk fakultas hukum (FH) mulai kemarin (14/6) hingga pembacaan putusan 28 Juni nanti,” kata Asfuri saat meninjau lokasi sidang. Asfuri menyatakan, penambahan personel juga memungkinkan terjadi. Pihaknya akan melihat perkembangan situasi dalam pelaksanaannya nanti. Semisal, jika ada saksi dari Malang Raya yang dihadirkan di persidangan MK turut hadir melalui sidang jarak jauh, maka keamanannya bisa ditambahkan.

”Senin kan mulai pemeriksaan saksi. Kita lihat kalau memang butuh penebalan, maka ditambahkan (personel),” imbuhnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UB Dr Muchamad Ali Safa’at SH MH menyatakan, jumlah audiens yang hadir kemarin sekitar 100 orang. Namun angka tersebut diprediksi bakal bertambah pada sidang berikutnya. Karena akan ada banyak civitas academica atau masyarakat yang hadir pada saat pemeriksaan saksi hingga pembacaan putusan. ”Apalagi jika Malang ada saksi dari KPU dan Bawaslu yang hadir untuk mengikuti sidang. Bisa jadi kehadiran audiens di sidang jarak jauh ini juga naik,” katanya.

Auditorium yang digunakan untuk prosesi sidang sendiri berkapasitas 300. Jika pun penuh, bisa jadi sebagian audiens terpaksa menunggu di luar. Jika tetap dipaksakan masuk, dikhawatirkan ada kejadian yang tidak diinginkan di dalam ruangan.



Tentang kemungkinan adanya saksi dari Malang Raya, baik dari KPU atau Bawaslu, Ali menyatakan cukup kecil kemungkinannya. Karena pelaksanaan Pilpres 17 April lalu di Malang Raya relatif kondusif. ”Saat ini memang belum dipastikan (daerah, Red) mana saja saksinya. Bakal ketahuannya saat pemeriksaan saksi nanti. Saksi yang diajukan baik dari pemohon maupun termohon. Dari situ kami tahu, mungkin tidak ada yang diperiksa dari Malang,” ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya menyatakan siap jika suatu waktu akan diperiksa sebagai saksi terkait persidangan sengketa ini. Ataupun, jika harus menghadirkan saksi ahli. ”Dari dalam UB sendiri, juga tidak ada yang diperiksa, tapi kami siap setiap saat jika akan diperiksa,” tambahnya.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani
Fotografer : Laoh Mahfud