10 UMKM Ajukan Izin Equity Crowdfunding ke OJK Malang

 

KOTA MALANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatat hingga 9 November 2019 ada 10 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mengajukan izin sebagai penyelenggara fasilitas urun dana berbasis saham atau equity crowdfunding (ECF).

“Ini kan masih baru (diteken Desember 2018), kalau yang sudah jalan ya kemarin 1, tapi yang sudah mengajukan itu ada sekitar 9 UMKM. Jadi totalnya 10,” ujar Kepala OJK Malang, Sugiarto, Jumat (8/11).

Adapun wilayah OJK Malang meliputi Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo. Dengan jumlah usaha mikro 99.213 unit, usaha kecil 9.942 unit, dan menengah, 3.771 unit.

Seperti diketahui, OJK memberikan ruang bagi perusahaan kecil dengan jumlah modal kurang dari Rp 30 miliar. Mekanisme layanan urun Dana ini berbentuk UMKM yang telah menjadi perseroan terbatas atau koperasi dengan modal minimal dan modal disetor paling sedikit sebesar Rp 2,5 miliar.

“Untuk tambahan modal kan biasanya UMKM sulit mengajukan kredit. Dengan ECF ini UMKM bisa masukin saham dan mencari investornya. Keuntungannya kan nggak ada bunga kalau jual saham, hanya nanti ada deviden (bagi hasil),” lanjutnya.

Untuk penanaman saham UMKM ini dikatakannya diluar platform Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun tercatat di sebuah lembaga independen PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Sementara, untuk perusahaan yang akan menawarkan saham dengan skema ini hanya boleh memiliki jumlah modal disetor maksimal Rp 30 miliar dengan jumlah kekayaan minimal sebesar Rp 10 miliar. Adapun total dana yang boleh diperoleh dari penawaran saham lewat skema Urun Dana ini paling banyak sebesar Rp 10 miliar.

Penghimpunan dana dapat dilakukan dengan jangka waktu paling lama 12 bulan, sedangkan masa penawaran maksimal hanya 60 hari.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu

Editor : Indra M