10 Ruas Jalan Ditarget Naik Kelas

KEPANJEN – Keinginan Pemkab Malang untuk menyediakan akses jalan yang memenuhi standar masih belum bersambut. Lantaran, wacana kenaikan status jalan kabupaten maupun provinsi yang sudah didengungkan sebelumnya masih harus menunggu hasil kajian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.

Untuk diketahui, Pemkab Malang punya empat usulan kenaikan status jalan. Dari sebelumnya berstatus jalan kabupaten, menjadi jalan nasional.

Keempat titik itu yakni jalan dari Mangliawan–Tumpang, Tumpang–Ngadas, Sekarpuro–Asrikaton, dan jalan lingkar barat (jalibar) Kepanjen. Sementara untuk rencana kenaikan status menuju tingkat provinsi, tercatat ada enam ruas jalan.

Yaitu, ruas jalan Kepanjen–Pagak, Turen–Wajak, Sumbermanjing Kulon–Donomulyo, Bantur–Balekambang, Tlogowaru–Bululawang, dan Karangploso–Batu.

”Pengusulan dan pembahasannya sudah kami lakukan, tapi sampai sekarang memang masih belum karena untuk perubahan status harus menunggu perubahan undang-undang yang baru bisa dilakukan setiap 5 tahun sekali,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Romdhoni. Dia menuturkan bila sampai saat ini pihaknya masih dalam tahap mengantre hasil evaluasi dari Kementerian PUPR.

Di sisi lain, Romdhoni mengakui bila peningkatan status jalan tersebut menjadi kebutuhan yang cukup mendesak. ”Contohnya dari Bantur ke Balekambang itu kan fungsinya masih lokal, sementara di jalur lingkar selatan (JLS) sudah dalam fungsi arteri, kalau fungsinya tetap maka otomatis fungsi JLS juga tidak akan optimal,” beber Romdhoni.

Selain JLS, peningkatan status jalan tersebut juga erat kaitannya dengan program strategi nasional yang kini tengah digeber di wilayah kabupaten.

Di antaranya, termasuk untuk menunjang pembangunan tol Malang–Pandaan (Mapan). Di sekitar exit tol Mapan, DPUBM telah memetakan beberapa titik jalan yang memerlukan peningkatan status dan kelas. Lokasinya di antaranya, ada di exit tol Pakis yang tersebar di Desa Mangliawan, Bunut Wetan, dan Ampeldento.

”Termasuk perlu dipertimbangkan juga ruas jalan lanjutan dari Ki Ageng Gribig menuju Jalan Raya Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, karena kendaraan yang keluar dari exit tol kalau menuju arah selatan pasti lewatnya di situ (Sempalwadak),” tambah Romdhoni.

Kondisi yang sama juga diperlukan untuk menunjang program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, internasionalisasi Bandara Abdulrachman Saleh, serta untuk menunjang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru.

Terpisah, Plt Bupati Malang H.M. Sanusi mengaku bila peningkatan status jalan kabupaten tersebut bukan hanya akan berdampak pada efisiensi maupun efektivitas anggaran perawatan.

”Kalau itu nanti diambil nasional dan provinsi, maka kami bisa menggarap jalan-jalan yang masih nonstatus,” jelasnya. Dengan adanya peningkatan status jalan kabupaten menjadi jalan nasional dan provinsi, maka pemkab bisa berkonsentrasi mengangkat jalan-jalan desa menjadi jalan kabupaten. ”Tujuannya selain untuk pengembangan wilayah, juga menggali potensi yang bisa dioptimalkan,” tukasnya.

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya