10 Ribu Kendaraan Tunggak Pajak

KOTA BATU Kesadaran warga Kota Batu untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) secara tepat waktu agaknya perlu ditingkatkan. Lantaran, dari catatan Samsat Kota Batu, hingga akhir Juli lalu, diketahui masih ada warga yang menunggak.

Dari total 138.146 kendaraan di Kota Batu, sepanjang Januari–Juli lalu diketahui ada 10.968 kendaraan tidak melakukan daftar ulang (KTMDU) alias menunggak pembayaran pajak.

Dari pengamatannya, Kepala Samsat Kota Batu Anang Megantoro menyebut sejumlah alasan penunggakan pajak tersebut. ”(Alasan) yang paling dominan sekarang itu karena ada kebutuhan lain. Misalnya kemarin kan baru masa masuk sekolah, jadi kebanyakan rumah tangga akan lebih memilih mengesampingkan urusan bayar pajak,” kata dia.

Sebagai tindak lanjut, samsat kini mengintensifkan layanan kelilingnya. ”Kami ada mobil samsat yang keliling, bisa juga lewat Indomaret kan,” tambah Anang. Sesuai Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 tentang Regident Kendaraan Bermotor, diketahui beberapa aturan dijadikan acuan pihak samsat. Salah satunya terkait aturan masa penunggakan pajak.

Khusus untuk kendaraan yang setelah lima tahun tidak membayar pajak, kemudian ditambah dua tahun penunggakan, maka akan dihapus dari daftar registrasi. Kendaraan itu pun lantas bisa disebut bodong.

”Kalau memang (pajaknya) mati, seperti biasa kami akan kasih surat imbauan sampai tiga kali,” ujar Anang. Surat imbauan yang dimaksud berjenjang. Pertama, surat pendataan subjek dan objek pajak kendaraan bermotor (sepos).

Berikutnya ada penyampaian nota penghitungan pajak kendaraan bermotor (NPP), dan yang terakhir yakni surat imbauan berupa nota tagihan pajak bermotor (NTP).

Pewarta : nr10
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya