1 Ton Tepung-Rp 110 Juta untuk Bikin Jenang Jawa

KOTA BATU –  Semangat warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Batu, dalam menjaga tradisi layak diapresiasi. Kemarin (6/10), kurang lebih 2.500 warga berkumpul di lapangan desa untuk membuat jenang Jawa bersama. Agenda tahunan kali ini pun lebih meriah dibandingkan tahun lalu. Dan menghabiskan kurang lebih 1 ton tepung.

Membuat jenang bareng ini pun dilombakan antar-rukun warga (RW). Sedikitnya, ada 18 RW yang ikut berpartisipasi. Semuanya saling bekerja sama untuk membuat hidangan jenang Jawa yang terlezat. Jenang hasil buatan mereka ini pun dibagikan gratis untuk warga.

Kepala Desa Tulungrejo Suliono menyatakan, ini adalah bagian dari bersih desa. ”Ini sebagai bentuk syukur kami. Dulu acara ini sudah ada, namun sekarang lebih meriah,” ungkap dia.

Suliono melanjutkan, satu kelompok RW  menghabiskan bahan baku kurang lebih 30 kilogram–40 kilogram tepung dan ditambah berbagai bahan lainnya sampai 50 persen (20 kilogram). Sehingga, ada lebih dari 1 ton bahan yang dihabiskan.

Pemerintah desa pun menganggarkan kurang lebih Rp 120 juta. Suliono menyebut, acara ini adalah bagian dari menjaga tradisi yang dulu sudah ada. ”Ini warisan leluhur. Dalam setiap hajatan selalu ada jenang Jawa,” ungkapnya. Namun, semakin berkembangnya zaman, tradisi tersebut mulai tereduksi. Warga mulai banyak yang melupakan tradisi jenang Jawa ini.



”Melalui kegiatan ini, kami harap menjadi embrio untuk bisa menumbuhkembangkan tradisi yang sudah mulai hilang itu, dan kami harap bisa dicontoh daerah lainnya,” ungkap Suliono. Dia melanjutkan, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi warga. Dia menambahkan, semuanya saling gotong-royong dan terlihat bahagia.

”Ini diikuti 2.500 warga lebih. Membuat jenang, filosofinya tidak bisa sendiri. Lihat saja, saat mengaduk butuh empat orang, ini butuh gotong royong,” kata dia.

Dengan kegiatan ini, Suliono melanjutkan, warga juga bisa saling hidup guyub dan rukun. Rencananya, membuat jenang Jawa bersama-sama ini akan dibuat peraturan desa, sehingga akan dilakukan setiap tahun.

Listyorini, salah satu peserta yang ikut membuat jenang bersama pun mengaku senang dengan kegiatan ini. Jenang ini berbahan simpel, mulai dari tepung ketan, beras, gula merah, gula putih, santan kepala, daun pandan, dan sedikit jahe. ”Semua ini nanti dibagikan ke warga secara gratis,” kata istri ketua RW 18, Suwanto, itu. (adk/c1/abm)