1.349 Wisatawan Nikmati Tur Mobil Damkar

Inovasi dari UPT (Unit Pelaksana Teknis) PMK (Pemadam Kebakaran) Kota Malang yang memanfaatkan mobil damkar (pemadam kebakaran) untuk wisata ternyata mendapat sambutan positif masyarakat. Lihat saja, dari catatan UPT PMK, selama 30 hari beroperasi sudah ada 1.349 wisatawan yang menaiki mobil Firefighter City Tour keliling kota tersebut. Artinya, per hari ada sekitar 45 wisatawan. ”Wisatawan paling banyak anak-anak,” ungkap Kepala UPT PMK Kota Malang Jose Belo kemarin (3/3). Ada dua mobil Brandweer –sebutan mobil damkar– yang dipakai untuk wisata alternatif tersebut. Rutenya, dari kantor UPT PMK Jalan Bingkil, alun-alun, depan balai kota, lalu balik lagi ke Jalan Bingkil.

MALANG KOTA – Inovasi dari UPT (Unit Pelaksana Teknis) PMK (Pemadam Kebakaran) Kota Malang yang memanfaatkan mobil damkar (pemadam kebakaran) untuk wisata ternyata mendapat sambutan positif masyarakat. Lihat saja, dari catatan UPT PMK, selama 30 hari beroperasi sudah ada 1.349 wisatawan yang menaiki mobil Firefighter City Tour keliling kota tersebut. Artinya, per hari ada sekitar 45 wisatawan. ”Wisatawan paling banyak anak-anak,” ungkap Kepala UPT PMK Kota Malang Jose Belo kemarin (3/3).
Ada dua mobil Brandweer –sebutan mobil damkar– yang dipakai untuk wisata alternatif tersebut. Rutenya, dari kantor UPT PMK Jalan Bingkil, alun-alun, depan balai kota, lalu balik lagi
ke Jalan Bingkil.

Selama ikut program wisata ini, wisatawan tak hanya berkeliling kota. Mereka juga mendapat pelatihan singkat cara menjinakkan api saat kebakaran terjadi usai keliling kota. ”Juga mengajari penanganan dini ketika terjadi kebakaran, baik kepada pelajar maupun masyarakat umum,” ujar Belo.
Wisatawan yang ingin mencoba sensasi berkeliling dengan naik mobil PMK cukup mengajukan permohonan kepada UPT PMK. Tidak dipungut biaya. Tur dilakukan setiap hari alias mulai Senin hingga Minggu. Untuk Senin–Kamis, sambung Belo, mobil dikhususkan bagi PAUD dan TK. Sementara pada hari Jumat–Minggu diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Ketika peserta tur pelajar anak-anak, petugas tidak memakai api dalam praktik memadamkan kebakaran. ”Cukup mengenalkan cara menggunakan selang dan menyemprotkannya ke titik kebakaran,” lanjut Belo.
Berbeda ketika peserta tur merupakan orang dewasa. Petugas akan menyediakan tong yang di dalamnya ada barang yang terbakar. Selanjutnya, petugas bersama peserta tur akan mempraktikkan cara memadamkan api, mulai dari memakai karung goni sampai dengan menyemprotkan air.

Tur ini dilayani oleh dua armada. Mobil Brandweer yang dipakai adalah mobil lawas yang sudah tidak dioperasikan lagi. Kedua mobil merupakan mobil produksi tahun 1962.

Pewarta : NR1
Penyunting : Abdul Munthalib
Copy editor : Arief Rohman
Foto : Bayu Eka Novanta