1.001 Jurus Kampus Pikat Mahasiswa Asing

MALANG KOTA – Selain menjadi jujukan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, kampus-kampus di Kota Malang juga kerap dipilih mahasiswa asing untuk melanjutkan studinya. Pihak kampus menyambut baik hal tersebut. Berbagai cara juga dilakukan mereka untuk memikat calon mahasiswa asing.

Contohnya seperti yang dilakukan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang. Sejak 2010 lalu, mereka mengikuti program beasiswa 5.000 mahasiswa asing (full scholarship), yang merupakan program dari Kementerian Agama (Kemenag).

”Puncaknya sekitar tahun 2014, total ada 300 mahasiswa asing dari 33 negara yang sedang menuntut ilmu di sini,” kata Staff International Office UIN Malang Halimah Dwi Putri.

Jumlah tersebut sudah mencakup mahasiswa S-1 hingga S-3. Tahun lalu, program tersebut mendatangkan 22 mahasiswa asing ke UIN Maliki Malang. Jumlahnya mengalami tren penurunan karena banyak perguruan tinggi di bawah naungan Kemenag yang juga meminta kuota mahasiswa asing.

Selain UIN Maliki Malang, ada pula Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga aktif menampung mahasiswa asing. ”Tahun depan kurang lebih sekitar 4 orang saja, karena memang sudah ditentukan jumlahnya dari Kemenag.

Itu kan juga dibagi dengan beberapa perguruan tinggi di bawah anungan Kemenag lainnya,” terang Putri, sapaannya. Dari beasiswa ini, para mahasiswa asing juga memperoleh sejumlah fasilitas. Seperti living cost, asrama, dan tiket pesawat pulang-pergi sekali selama masa pendidikannya.

Tak hanya mengandalkan program pemerintah, UIN Maliki Malang saat ini juga memiliki program beasiswanya sendiri. Yakni Beasiswa Rektor (sharing scholarship). Beasiswa itu diterapkan berdasarkan memorandum of understanding (MoU) dengan pihak kedutaan negara asing di Indonesia. Tahun ini, terdapat 4 mahasiswa asing yang menempuh studi dari jalur tersebut.

Tahun lalu, tercatat ada 5 mahasiswa asing yang mengikutinya. ”Program ini ada setiap tahunnya dan kami mulai sejak tahun 2017,” jelas Putri. ”Rencananya tahun depan kami akan ajukan jumlahnya menjadi 30 mahasiswa kepada negara yang belum pernah studi di UIN. Tentu ini menunggu persetujuan dari Kemenag ya,” imbuhnya.

Dari adanya dua program beasiswa tersebut, UIN Malang mampu mendatangkan mahasiswa dari berbagai negara. Seperti Malaysia, Somalia, Sudan, Irak, Mesir, China, Rusia, Kamboja, dan beberapa negara Asia-Afrika lainnya.

Sementara itu, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), ada program beasiswa dan mandiri yang bisa ditempuh mahasiswa asing untuk mendapatkan gelar. Beasiswa itu adalah hasil dari Kemitraan Negara Berkembang (KNB), yang merupakan program dari Kemenristekdikti.

”Dari program KNB ini setiap tahun kami peroleh kuota dari 18 universitas yang menjadi pengelola program ini,” terang Kepala Divisi (Kadiv) Internasionalisasi Program dan Pengembangan UPT BIPA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Faizin MPd. Program lainnya juga digeber UMM untuk menarik minat mahasiswa asing.

Salah satunya yakni program Erasmus+, yang bekerja sama dengan negara-negara Eropa. Ada pula Program Darmasiswa dari Kemendikbud. Untuk program Erasmus+, pihaknya menyatakan bahwa program ini layaknya pertukaran mahasiswa, dosen, dan staf.

”Berbeda dengan Erasmus +, program Darmasiswa seperti program pengenalan bahasa dan budaya Indonesia selama satu tahun. Pesertanya pun bisa lanjut dan tidak lanjut untuk studi di sini, karena memang tujuannya untuk mendapatkan sertifikat ahli kebahasaan. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk mereka bisa lanjut juga studi di sini,” beber Faizin. Mahasiswa asing yang ada di UMM didominasi dari negara Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa.

Di Universitas Negeri Malang (UM), jumlah mahasiswa asing tahun ini berkisar di angka 345 orang. Dengan rincian ada 40 mahasiswa asing yang mengambil gelar strata 1 hingga strata 3. ”Sisanya semua adalah mahasiswa asing yang datang untuk mengikuti program bulanan.

Seperti program Summer Camp atau datang untuk mengikuti konferensi,” terang Staf Hubungan Internasional UM, Achmad Yogi Setiawan. Dia menambahkan bila di tempatnya ada program UM International Student Scholarship (UM-ISS), beasiswa khusus untuk mahasiswa asing.

Adapula program Critical Language Scholarship (CLS), beasiswa khusus bagi mahasiswa Amerika yang ingin belajar bahasa dan budaya secara intensif.

Pewarta : Mva, Errica
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya