0,41 Persen Warga Rajin ke Perpustakaan, Lainnya?

KOTA BATU – Membaca sepertinya bukan aktivitas yang digandrungi warga Kota Batu. Salah satu petunjuknya bisa dilihat dari rendahnya angka kunjungan di Perpustakaan Kota Batu. Dari rekap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Batu mulai Januari–November lalu, rata-rata kunjungannya hanya mencapai 927 orang per bulan. Bila dipersentasekan, itu hanya mencakup 0,41 persen dari jumlah penduduk di Kota Batu sebanyak 202.319 (data BPS tahun 2016).

Kasi Pengolahan Bahan Pustaka Disperpusip Kota Batu Anis Mufidiyanti mengaku, pihaknya terus berusaha mengatasi rendahnya persentase itu. ”Ada penambahan fasilitas wifi di 20 perpustakaan desa. Program pojok baca juga terus kami intensifkan,” terang perempuan berusia 43 tahun tersebut. Upaya meningkatkan minat baca di kalangan pelajar juga terus dilakukan. Ada lomba antar-perpustakaan dari tingkat SD hingga tingkat SMA yang sudah menjadi agenda rutin.

Khusus untuk pengadaan pojok baca masyarakat, beberapa tempat sudah disasar disperpusip. Di antaranya Puskesmas Sisir, kantor dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil), Rumah Sakit Baptis, dan Rumah Sakit Paru. ”Ada juga program safari gemar membaca masyarakat oleh perpustakaan nasional (perpusnas). Semua kami gelar agar masyarakat semakin tertarik membaca dan mengunjungi perpustakaan,” tambah Anis.

Dari pantauan koran ini, rata-rata kunjungan di perpustakaan memang didominasi kalangan pelajar. Hanya sedikit masyarakat umum yang melakukannya. Galuh Adi Wijaya, salah satunya. Ditemui kemarin siang, pria berusia 28 tahun tersebut menyampaikan beberapa sarannya untuk Pemkot Batu. ”Tempat duduknya masih terbatas, karpetnya juga tidak penuh,” terang warga Kelurahan Sisir tersebut. Dia pun berharap, ke depan koleksi buku juga bisa terus bertambah.

Pewarta:  tr3
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Bayu Mulya
Foto: Darmono