Connect with us

Berita

Perkenalkan Mario Mandzukic, Pemain Tua yang Patahkan Hati Inggris

Mario Mandzukic, yang mencetak gol kemenangan Kroasia 2-1 atas Inggris, Kamis dinihari, merupakan striker Juventus berusia 32 tahun.

Mario Mandzukic, yang mencetak gol kemenangan Kroasia 2-1 atas Inggris, Kamis dinihari, merupakan striker Juventus berusia 32 tahun.

Berita Terbaru – Jika Mario Mandzukic punya Instagram atau Twitter, pasti dibanjiri ancaman mati dan ujaran kebencian dari fans Inggris. Gol kemenangannya pada laga semifinal Kamis dinihari menyingkirkan Inggris dari mimpi mereka.

Kroasia menang 2-1 atas Inggris melalui babak extra time pada laga semifinal kedua Piala Dunia 2018, Kamis. Gol cepat The Three Lions pada menit 4 dibalas oleh Ivan Perisic melalui sundulan kepala menit 67 yang memaksa laga dilanjutkan dengan extra time 2×15 menit. Pada babak waktu tambahan inilah Mario Mandzukic mencetak gol kemenangan pada menit 109. Gol bertahan sampai akhir dan jutaan suporter Inggris patah hati.

Siapakah Mandzukic? Dia striker Juventus, klub Liga Italia ke mana Cristiano Ronaldo memastikan pindah, kemarin. Dia kelahiran 21 Mei 1986, jadi usianya sudah cukup tua untuk ukuran sepak bola, yakni 32 tahun. Tapi di Serie A lebih banyak lagi pemain berusia lanjut, satu faktor yang menyebabkan Ronaldo pindah ke Turin.

Selain menjadi pencetak gol yang produktif, ia dikenal karena kontribusinya di lini defensif dan kekuatannya berebut bola di udara. Namun golnya pada menit 109 merupakan hasil kecepatan pikirannya menyambar umpan lambung di dalam kotak dengan kaki kirinya.

Advertisement

Pada tingkat internasional, Mandzukic melakukan debutnya untuk Kroasia pada November 2007 di bawah manajer Slaven Bilic. Dia telah berpartisipasi dalam empat turnamen besar, Euro 2012, Piala Dunia 2014, Euro 2016 dan Piala Dunia 2018, membuat lebih dari 70 penampilan internasional. Dengan 30 gol dalam 82 penampilan, ia adalah pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa, di belakang Davor Šuker. Ia terpilih sebagai Pemain Terbaik Kroasia Tahun 2012 dan 2013. Golnya yang memastikan Inggris tersingkir mungkin akan memberikan gelar yang sama untuk tahun ini.

Continue Reading
Advertisement
Comments

Berita

Tonight! Dua Big Match Perempat Final Piala Asia 2019

Tonight! Dua Big Match Perempat Final Piala Asia 2019 - JPNN.COM

RADAR MALANG ONLINE, ABU DHABI – Dua laga perempat final Piala Asia 2019 akan digelar Kamis (24/1) malam WIB. Vietnam versus Jepang, dan setelah itu Tiongkok melawan Iran.

Sementara dua partai lagi yakni Korea vs Qatar dan duel tuan rumah Uni Emirat Arab melawan juara bertahan Australia akan digelar Jumat (25/1) malam.

Semua bisa disebut big match. Vietnam yang menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang tersisa, punya potensi mengejutkan Jepang si tim langganan Piala Dunia dan pemilik gelar Piala Asia paling banyak (empat kali) itu.

Tiongkok vs Iran? Ini bakal menjadi ujian yang tepat buat kualitas Marcelo Lippi. Pria Italia itu dipercaya melatih tim Negeri Panda. Kini, di depannya ada Iran, tim yang cukup menyita perhatian di Piala Dunia 2018. Dijamin sengit.

(Baca: Profil Singkat 8 Negara yang Lolos Perempat Final Piala Asia 2019)

Berikut di bawah ini jadwal 8 Besar Piala Asia 2019. (adk/jpnn)

Jadwal Perempat Final Piala Asia 2019
Kamis, 24 Januari 2019
20.00 WIB Vietnam vs Jepang
23.00 WIB Tiongkok vs Iran

Jumat, 25 Januari 2019
20.00 WIB Korsel vs Qatar
23.00 WIB UEA vs Australia

Continue Reading

Berita

Ini yang Ditunggu, Laga Pertama Jepang di Piala Asia 2019

Ini yang Ditunggu, Laga Pertama Jepang di Piala Asia 2019 - JPNN.COM

RADAR MALANG ONLINE, ABU DHABI – Ini salah satu yang paling ditunggu di matchday pertama penyisihan grup Piala Asia 2019: penampilan perdana Jepang.

Macan Asia pemilik gelar Piala Asia paling banyak (1992, 2000, 2004, 2011) itu akan meladeni ‘tim anak bawang’ Turkmenistan di Al Nahyan Stadium, Abu Dhabi, Rabu (9/1) mulai pukul 18.00 WIB.

Jepang dan Turkmenistan bergabung di Grup F, pul terakhir, bersama Uzbekistan serta Oman.

Dengan banyak kejutan di laga matchday pertama sebelumnya, seperti Palestina menahan Syria, Yordania mengalahkan juara bertahan Australia, Filipina memberikan ujian besar buat Korea Selatan hingga Vietnam yang cuma kalah tipis dari Irak, maka pantas laga Jepang vs Turkmenistan nanti punya potensi kejutan.

Pelatih Samurai Biru (sebutan timnas Jepang), Hajime Moriyasu mengaku memantau semua hasil laga pertama grup Piala Asia 2019.

Dia tahu pentingnya laga pertama grup dalam sebuah turnamen. “Sejauh ini semua sudah melihat banyak kejutan di laga pertama grup. Hasilnya membuktikan betapa sulitnya membuka pertandingan. Saya pun sadar kami tidak akan melalui pertandingan melawan Turkmenistan dengan sederhana,” kata Moriyasu di laman AFC.

“Kami memiliki komposisi tim dengan campuran pemain muda dan dan yang berpengalaman. Semua tahu apa tugas kami datang ke sini, untuk memenangi Piala Asia 2019,” imbuhnya.

Beberapa pemain senior pensiun setelah perjalanan hebta Jepang di Piala Dunia 2018 (lolos 16 Besar). Dan, Moriyasu yang kelimpahan tugas sebagai pelatih baru memikul tantangan berat dengan tim yang juga baru.

Continue Reading

Berita

Tak Ada Ampun, Iran Pesta Gol ke Gawang Yaman

Tak Ada Ampun, Iran Pesta Gol ke Gawang Yaman - JPNN.COM

RADAR MALANG ONLINE, ABU DHABI – Iran tancap gas di matchday pertama Grup D Piala Asia 2019. Dalam laga di Mohammad Bin Zayed Stadium, Abu Dhabi yang berakhir Selasa (8/1) dini hari WIB, Team Melli menang 5-0 atas Yaman. 

Juara tiga kali Piala Asia (1968, 1972, 1976) itu membuka pesta gol pada menit ke-12 lewat Mehdi Taremi. Gol kedua Iran lahir dari own goal pemain Yaman Saoud Al Sowadi di menit ke-23. Babak pertama ditutup Iran dengan gol kedua Taremi di menit ke-25.

Pada babak kedua, tim asuhan Carlos Queiroz tak mengendurkan serangan. Dua gol lagi lahir lewat Sardar Azmoun (53) dan Saman Ghoddos (78).

Sepanjang laga, Iran menunjukkan mereka memang layak menjadi favorit kuat juara di Piala Asia 2019 ini.

Hampir 100 persen skuat Iran yang datang ke Uni Emirat Arab adalah tim yang turun di Piala Dunia 2018.

Saat Rusia 2018, Iran memang terhenti di babak grup, tapi cukup menjadi bahan omongan karena penampilan atraktifnya.

Continue Reading