Hoax Air Liur Komodo Dragon di Batu Secret Zoo Yang Katanya Mematikan

Koleksi komodo di Batu Screet Zoo

KOTA BATU – Komodo (Varansus Komodensis) termasuk jenis biawak terbesar di dunia. Satwa endemik Indonesia ini tepatnya berasal dari pulau komodo Nusa Tenggara Timur (NTT). Hewan ini bisa memangsa satu ekor kerbau loh, benarkah ia membunuh mangsanya dengan air liur?

Komodo Dragon memang terlihat sering mengeluarkan air liur. Banyak orang beranggapan bahwa air liur satwa ini mampu membunuh mangsanya. Sebab air liurnya memiliki banyak bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Namun menurut penelitian tahun 2009, ternyata air liur bukan penyebab kematian mangsa Komodo dragon.

Para peneliti ternyata pada tahun itu menemukan bahwa di rahang bagian bawah Komodo Dragon terdapat kelenjar racun. Komodo memproduksi senyawa racun yang masuk melalui gigitan Komodo pada mangsa. Racun Komodo sangat ganas dan biasanya menyebabkan kematian pada mangsa seperti rusa dan kerbau dalam sehari.

“Kalau di Batu Secret Zoo saat ini Komodo Dragon-nya masih berusia 5 tahun dengan panjang sekitar 22 meter, masih baru di kasih makan potongan daging dan tikus kecil saja,” ujar Dokter Hewan Batu Secret Zoo, Drh Prista Dwi Restanti.

Jika Anda ingin melihat Komodo Dragon, tak perlu jauh-jauh ke NTT. Sebab Batu Secret Zoo punya 2 koleksi satwa ini, yang merupakan titipan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur. Saat datang, pada April 2017 lalu hewan ini masih memiliki panjang 60-70 cm.

Untuk kenyamanan 2 Komodo Dragon ini, Batu Secret Zoo membangun Kandang yang berukuran 120 x 50 m2 dengan standar kandang internasional dan lebih profesional. Kandang itu dilengkapi dengan lampu khusus untuk reptil dan pengatur suhu ruang sehingga suhu kandang tersebut sesuai dengan suhu lingkungan komodo di alam.

“Karena di Kota Batu ini suhunya rata-rata 20-25 derajat ya. sedangkan di habitat asli Komodo terbiasa dengan suhu 30 derajat lebih, maka dari itu kita lengkapi dengan sinar UV. Atap kandang juga bisa dibuka kalau-kalau ada sinar matahari,” lanjut Prista.

Pada kandang baru ini juga menampilkan beberapa satwa yang berhabitat di pulau Komodo antara lain, burung beo Nusa Tenggara, anis kembang dan ular blue insularis. Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pengunjung selain komodo, terdapat fauna lain yang hidup di pulau yang sama dengan satwa komodo.

Pewarta: Rida Ayu
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Mochamad Sadheli