D’Topeng Bertransformasi Menjadi Indonesian Heritage Museum

KOTA BATU – D’topeng Kingdom Museum yang memiliki koleksi peninggalan sejarah dan budaya berusia ratusan tahun, kini bertransformasi menjadi Indonesian Heritage Museum. Perubahan nama dilakukan karena koleksi museum tidak hanya topeng saja. Banyak artefak dari Sabang sampai Merauke yang ada di tempat wisata ini.

Perubahan nama museum juga diiringi perubahan ”wajah” serta kelengkapan fasilitas yang ada di dalamnya. Tidak seperti kebanyakan museum sejarah lainnya, Indonesian Heritage Museum (IHM) berkembang memenuhi tuntutan zaman yang berbasis pada era digital atau bisa dibilang museum zaman now.

Pengunjung kini tidak hanya melihat koleksi museum, tapi juga bisa bermain-main dengan teknologi yang bernama augmented reality (AR) melalui smartphone. AR adalah teknologi yang menggabungkan benda maya ke dalam lingkungan nyata.

”Caranya sangat mudah, download Indonesian Heritage Museum AR di App Store dan scan barcode ke gambar yang berlogo khusus. Pengunjung langsung bisa melihat tampilan empat dimensi (4D) dengan efek suara seperti aslinya. Mulai dari manusia purba hingga suara gamelan,” terang founder Indonesian Heritage Museum Reno Halsamer.

Masih menurut dia, IHM merupakan satu-satunya museum yang sudah menggunakan teknologi AR. Harapannya, agar generasi muda dapat lebih mencintai peninggalan kebudayaan sendiri. Sehingga, kelak artefak-artefak ini dapat dilestarikan dan menjadi pembelajaran yang baik untuk generasi penerus.

Sementara itu, di sela-sela rebranding nama museum pada Senin (11/6), Indonesian Heritage Museum pada usianya yang ke-4 tahun juga menggelar acara syukuran sekaligus buka bersama dengan Yayasan Yatim Piatu Bina Asih Tunas Unggul Kota Batu. Sebanyak 32 anak yatim dihadirkan untuk mendapatkan santunan yang juga diajak mengelilingi area museum dengan dipandu story teller. Hadir dalam acara ini, founder Indonesian Heritage Museum (IHM) Reno Halsamer dan manajer operasional Museum Angkut Endang Achmad Shobirin.

Pewarta: Amirul Adi
Penyunting: Achmad Yani
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Falahi Mubarok