Berbusana Tradisional, Berkartini ala Jatim Park 2

KOTA BATU – Ada pemandangan berbeda yang disajikan oleh Jawa Timur Park (JTP) 2, Kota Batu. Sejak memasuki area JTP 2, akan terlihat satuan pengamanan (satpam) yang mengenakan baju lurik. Begitu sampai di tempat parkir, senyuman manis diberikan oleh sosok penjaganya yang juga mengenakan baju kebaya. Ya, JTP 2 menerapkan kewajiban bagi karyawan maupun karyawatinya mengenakan baju tradisional untuk memperingati Hari Kartini.

”Kalau karyawati pakai kebaya, sedangkan karyawan bisa pakai baju lurik atau sakera, baju khas Madura,” terang Guest Relation Officer JTP 2 Edo Mayranda kemarin.

Seperti diketahui, kebaya nampaknya identik dengan Kartini, pahlawan nasional pejuang hak perempuan. Lebih dari itu, Kartini tidak hanya sebagai inspirasi semangat perempuan untuk mampu bangkit. Tetapi juga meningkatkan kualitasnya dengan mencari ilmu setinggi-tingginya.

Sebelumnya, dalam rangkaian memperingati Hari Kartini ini, JTP 2 juga mengadakan donor darah. ”Pesertanya bisa dari tamu maupun karyawan. Tapi, diutamakan wanita, baru laki-laki,” jelas Edo. Nantinya, kantong darah yang didapat diserahkan ke PMI Kota Batu untuk digunakan sebagaimana mestinya. ”Kurang lebih ada sekitar 70 kantong yang didapat,” bebernya.

Harapannya, dari rangkaian yang diselenggarakan pihak JTP 2 dalam memeriahkan Hari Kartini tahun ini bisa menggugah semangat perempuan. Sehingga, mengenakan kebaya bukan hanya gerakan luaran saja.

Lebih dalam lagi, memiliki substansi terkait kualitas perempuan di berbagai aspek. Seperti halnya pendidikan, status sosial, hingga karir. Sebab, sudah semestinya tidak ada lagi batasan gender untuk mendapatkan aspek-aspek tersebut.

”Kami memberi apresiasi kepada para wanita Indonesia, karyawati khususnya,” terang Edo soal alasan di balik kegiatan tersebut.

Ke depannya akan ada agenda serupa, namun dengan kemasan yang berbeda. Hal ini sebagai salah satu langkah bahwa perempuan juga bisa mandiri dan bersaing dengan laki-laki.

Pewarta               : Mochamad Sadheli
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Mochamad Sadheli