Badut Gila Ini, Teror Malam-Malam Wisatawan Museum Angkut

KOTA BATU – Badut Pennywise yang mengerikan kini tengah wara-wiri di Museum Angkut, sejak 26 hingga 28 Oktober kemarin, dalam Carnevil Theatrical.

Aksi badut gila ini, sukses menyita perhatian pengunjung. Perawakannya yang tinggi. Berkostum serba putih. Senyum menyeramkan dan tiga balon di tangan. Ia diceritakan tengah meneror empat orang anak bersama puluhan hantu lainnya.

Lengkap dengan backsound menegangkan. pertunjukan ini berhasil membawa suasana malam di Museum Angkut semakin menarik. “Wa gila sih ini, seru banget. Aksinya total sampai bikin merinding,” ujar Michella Zarrand, 26, wisatawan asal Jakarta ini.

Ada juga mumi, manusia akar, zombie sampai tokoh seram lainnya yang tak kalah menakutkan. Yaps, berubahnya Museum Angkut menjadi horor ini memang dalam rangka perayaan Halloween yang tepatnya, jatuh pada 31 Oktober.

Bertajuk “Halloween Carnevil (Car and Evil) 2018”, event ini dikemas dengan sangat keren. Bahkan, sebelumnya, juga ada Carnevil Parade sampai kompetisi make up, kostum dan dekorasi.

Operational Manager Museum Angkut, Endang A Shobirin menjelaskan. Event ini sekaligus menjadi puncak dari Octoberfest yang dilakukan selama satu bulan penuh. “Ini juga puncak dari Octoberfest yang sudah berlangsung sejak awal Oktober lalu,” ujarnya.

Menurut Endang, event akbar ini sengaja dikemas dengan menonjolkan sisi edukasi budaya. Baik make up sekaligus transportasi yang memang jadi pentolan daya tarik museum ini, dikolaborasikan supaya menjadi hiburan yang berbeda.

Sebanyak 300 peserta yang terdiri dari akademisi hingga komunitas ini dituntut mengeluarkan jiwa seni mereka dengan all out. Mobil antik layaknya di film horor juga diturunkan sebagai transportasi para hantu.

“Kita suguhkan budaya barat ini dalam bentuk sebuah hiburan. Selain hantu-hantu luar negeri, mobil yang punya nilai sejarah juga kita pakai. Seperti mobil ambulance lama yang pernah dipakai di film,” bebernya. Kedepan, ia berharap agar Museum Angkut, tak hanya mampu menjadi wisata tematik tapi juga wisata edukasi yang berdampak pada kunjungan wisata.

Pewarta : Feni Yusnia
Foto : Feni Yusnia
Penyunting : Shuvia Rahma